![]() |
| ilustrasi - sumber:google |
Oka Antara mantan atlet karate dan kini Ketua Pengkab Tarung Derajat Karangasem itu, beruntung bisa menangkis serangan pelaku berinisial G sambil menyetir mobilnya. Dia tak mengalami luka. Hanya, dadanya dirasakan sakit karena disikut berulang kali. ''Tangan kiri saya juga sakit beberapa kali menangkis serangan pisau dan pukulan,'' katanya kemarin.
Pelakunya, orang yang dikenalnya cukup baik. Namun, sekitar delapan tahun sudah tak sempat bertemu. Oka Antara mengaku sebelumnya tak pernah ada masalah atau perselisihan. Soalnya, memang tak pernah bertemu.
Oka Antara asal Kubu itu mengatakan, Senin malam berjanji ke rumah warga di Bias dengan Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana. Sebelumnya, Oka dan Dana janjian berangkat dari rumah masing-masing naik mobil untuk bertemu di rumah Kawidana di Sadimara. Sempat ngobrol sekitar sepuluh menit, Oka dan Dana berangkat ke rumah warga di Bias. Sekitar tiga jam, keduanya pulang dan Oka diantar Dana ke rumah Kawidana karena mobil Oka diparkir di sana. Setelah Oka turun dari mobil Dana, Ketua DPRD itu minta pulang duluan. Oka masih ngobrol dengan Kawidana. Saat ngobrol itu, kata Oka, tiba-tiba pelaku G datang naik motor sendiri. Saat itu, G menyapa Oka dengan mengatakan, apakah sudah lupa dengan teman lama. Oka mengatakan tak pernah lupa, apalagi dengan teman lama.
Oka mengatakan pelaku sudah diajak ngobrol, namun banyak kata pelaku yang tidak mengenakkannya. Bahkan, baliho caleg Oka diancam bakal dirobek dan dibakar. Pada akhirnya, pelaku mengajak bicara empat mata naik mobil. Di dalam mobil, Oka disuruh menjalankan mobil. Saat itu, kata Oka, mulai ada gelagat tak mengenakkan dari pelaku. Oka diserang berulang kali dengan siku. Oka mengunci badan dan menangkis. Namun, stir mobil ditarik dan diputar. Oka melarang karena bisa jatuh atau menabrak orang. Namun, lanjut Oka, pelaku mengatakan biar mati sama-sama. Pelaku terus minta jalan dan mengatakan pelaku tak takut kalau Oka mengajak teman. Saat itu, pelaku mengancam bakal membunuh Oka. Tiba-tiba pelaku mengambil pisau lipat di pinggang dan dua kali dibacokkan ke arah dada Oka. Namun, dua kali bacokan berhasil ditepis. Kata Oka, pelaku melampiaskan bacokan ketiga ke arah kaca depan mobil. ''Kaca mobil saya pecah tak masalah. Menjadi masalah besar keselamatan saya terancam, dia hampir membunuh saya,'' katanya.
Gagal membunuhnya di dalam mobil, kata Oka, pelaku mengancam bakal membunuh di luar mobil. Pelaku turun dari mobil Oka. Begitu pelaku turun dari mobil, pintu ditutup dan dikunci Oka. Dia lantas lari langsung melapor ke Mapolres Karangasem. Soalnya, dia sudah terancam keselamatannya diserang orang yang membawa senjata tajam.
Dalam perjalanan, Oka menghubungi Kawidana dan Dana. Oka juga menelpon istrinya agar menutup pintu halaman dan mengunci semua pintu, karena menduga pelaku bakal mencarinya di rumahnya.
Benar saja, kata Oka, beberapa saat tiba di Polres hendak memberikan keterangan di SPK, istrinya sudah menelepon. Terdengar tangisan dan jeritan istrinya, dan suara pelaku berteriak menanyakan dirinya. Oka meminta polisi mengamankan keluarganya, karena ada orang membahayakan.
Polisi mendatangi rumah Oka di Pendem. Polisi juga mengejar pelaku dan ditemukan di Banjar Taman berlawanan arah lalin ke selatan. Akhirnya, pisau lipat BB ditemukan polisi di selokan. Pelaku malah dilepas, dengan alasan pelaku belum bisa dimintai keterangan dalam kondisi mabuk. ''Dia membahayakan, kenapa dilepas?'' tanya Oka.
Oka diterima KBO Sat Reskrim Iptu Ketut Pasek Redita. Kepada Oka Antara, Pasek mengatakan, kemarin, pelaku sudah dicari polisi. Sementara itu, sekitar setengah jam kemudian, pelaku G pria berbadan besar dan bertato itu datang ke Mapolres mengenakan ikat kepala putih dari handuk kecil. Oka Antara mengatakan, pelaku G sudah mengakui perbuatannya. Saat bertemu dan menyerangnya, kata Oka, pelaku mengaku mabuk dan bingung.
sumber: balipost


0 comments:
Post a Comment